Apakah SPKGI itu?

“Sistem Penilaian Kesulitan Gunung Indonesia (SPKGI)” adalah sebuah sistim perhitungan untuk menentukan tingkat kesulitan sebuah jalur pendakian di satu gunung. Pada sistem ini perhitungan tingkat kesulitan setiap jalur didasarkan pada sebelas (11) indikator utama dan tiap-tiap indikator memiliki struktur penilaian berupa skor 1 (sangat mudah) sampai 5 (sangat sulit). Skor total maksimal adalah 55. Lima (5) penilaian di masing-masing Indikator berupa kondisi gunung tersebut berdasarkan Indikatornya. Hasil akhir dari semua indikator akan memberikan total skor gunung tersebut dan diterjemahkan menjadi enam (6) rentang tingkat kesulitan/Grade jalur pendakian tersebut. Satu gunung yang memiliki beberapa jalur bisa saja memiliki beberapa grade yang berbeda untuk masing-masing jalurnya.

Tujuan SPKGI

SPKGI dibuat untuk menstandarkan tingkat kesulitan pendakian gunung di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, dengan menilai secara objektif berdasarkan 11 indikator utama yang mencerminkan:

  1. Ketinggian gunung
  2. Jarak dan durasi pendakian
  3. Elevasi Gain
  4. Geografi dan geologi
  5. Vegatasi dan hutan
  6. Cuaca dan Iklim mikro
  7. Kerawanan vulkanik
  8. Aksesibilitas dan logistic
  9. Navigasi dan jalur
  10. Resiko ekstrem ( jurang, tebing, dan lainya)
  11. Kondisi ekstrem lingkungan Alpine (salju, es, hipotermia)

STRUKTUR PENILAIAN

  • Jumlah indikator: 11 indikator
  • Skor tiap indikator: 1 (sangat mudah) sampai 5 (sangat sulit)
  • Skor total maksimal: 55 poin
  • Hasil akhir diklasifikasikan ke dalam GRADE SPKGI G1–G6

Dengan sistem SPKGI ini, kini kita bisa menyusun peta kesulitan pendakian nasional, memberikan referensi objektif untuk pendaki, operator wisata, Taman Nasional, dan SAR.

DAFTAR 11 INDIKATOR RESMI SPKGI

Barikut adalah 11 (sebelas) indikator yang digunakan untuk penilaian tingkat kesulitan suatu jalur pendakian di sebuah gunung. Masing-masing Indikator memiliki nilai dengan skor 1 hingga 5. Setiap Indikator hanya menggunakan satu nilai yang menggambarkan kondisi jalur dalam bentuk angka skor yang sesuai dengan topik indikatornya. Jumlah total dari setiap skor akan menjadi penentu rade dari jalur tersebut.

1. KETINGGIAN GUNUNG

  • Menilai ketinggian puncak tertinggi dari mdpl (meter di atas permukaan laut), dengan kata lain ketinggian gunung tersebut.
    • 1 = <1.000 mdpl
    • 2 = 1.000–1.999 mdpl
    • 3 = 2.000–2.999 mdpl
    • 4 = 3.000–3.999 mdpl
    • 5 = ≥4.000 mdpl

2. JARAK & DURASI PENDAKIAN

  • Total panjang trek pulang-pergi & lama pendakian
    • 1 = <10 km / 1 hari
    • 2 = 10–19 km / 1–2 hari
    • 3 = 20–29 km / 2–3 hari
    • 4 = 30–50 km / 3–4 hari
    • 5 = >50 km / ≥5 hari

3. ELEVASI GAIN (KENAIKAN VERTIKAL)

  • Kenaikan ketinggian total dari titik awal pendakian ke puncak. Cara mudah mengetahui elevation gain adalah dengan mengetahui ketinggian titik awal pendakian (basecamp atau tempat awal mulai mendaki) Elevation gain yang diminta sini adalah cukup yang elevation gain bersih (net gain). Cara mudah menghitungnya : Ketinggian puncak – ketinggian titik awal pendakian = Elevation Gain.
    • 1 = <500 m
    • 2 = 500–999 m
    • 3 = 1.000–1.499 m
    • 4 = 1.500–1.999 m
    • 5 = ≥2.000 m

4. MEDAN & STRUKTUR GEOLOGI

  • Menilai karakteristik tanah, batuan, kemiringan, kestabilan jalur
    • 1 = Jalan lebar, stabil, datar
    • 2 = Tanah keras, jalur padat
    • 3 = Akar, bebatuan, jalur campuran
    • 4 = Pasir lepas, lereng licin, batu curam
    • 5 = Tebing, jurang, batuan tajam, medan ekstrem

5. VEGETASI & HUTAN

  • Tingkat rapatnya vegetasi, zona hutan yang dilintasi
    • 1 = Padang rumput / sabana terbuka
    • 2 = Hutan terbuka
    • 3 = Hutan sedang & semak
    • 4 = Hutan rapat tropis
    • 5 = Hutan hujan primer, sangat lebat & lembab

6. CUACA & IKLIM MIKRO

  • Curah hujan, kabut, suhu, kelembapan, dan cuaca ekstrim lokal
    • 1 = Cuaca stabil, hangat, jarang hujan
    • 2 = Sedang, angin ringan, curah hujan moderat
    • 3 = Kabut sore rutin, suhu rendah malam
    • 4 = Hujan sering, kabut tebal, suhu dingin
    • 5 = Cuaca liar, badai, angin ekstrem, suhu mendekati 0°C

7. KERAWANAN VULKANIK

  • Aktivitas vulkanik aktif dan potensi bahaya kawah
    • 1 = Gunung non-vulkanik
    • 2 = Gunung mati, tidak aktif
    • 3 = Gunung aktif tidur
    • 4 = Gunung aktif dengan gas ringan
    • 5 = Gunung aktif dengan potensi erupsi, gas beracun

8. AKSESIBILITAS & LOGISTIK

  • Kemudahan transportasi ke basecamp, ketersediaan logistik & air
    • 1 = Bisa dilalui mobil pribadi, logistik lengkap
    • 2 = Jalan baik, logistik tersedia
    • 3 = Perlu 4WD, desa terakhir jauh
    • 4 = Hanya bisa motor, jalan kaki ke basecamp
    • 5 = Harus helikopter atau pesawat kecil, tanpa logistik lokal

9. NAVIGASI & JALUR

  • Kejelasan jalur, penanda, dan tingkat kebutuhan alat navigasi
    • 1 = Jalur lebar dan sangat jelas
    • 2 = Jalur jelas dengan papan atau penanda
    • 3 = Beberapa simpang butuh pemandu lokal
    • 4 = Jalur liar, minim penanda, perlu orientasi
    • 5 = Tidak ada jalur tetap, perlu GPS, kompas, peta topografi

10. RESIKO EKSTREM (JURANG, TEBING, DLL)

  • Menilai potensi bahaya cedera atau fatal akibat kondisi alam
    • 1 = Tidak ada risiko fatal
    • 2 = Terpeleset ringan, akar, sungai kecil
    • 3 = Lereng curam, akar tinggi
    • 4 = Jurang dan batu curam dekat jalur
    • 5 = Summit ridge sempit, tebing curam, potensi jatuh fatal

11. KONDISI EKSTREM LINGKUNGAN ALPINE (SALJU, ES, HIPOTERMIA)

  • Faktor tambahan yang membedakan gunung tropis vs alpine tinggi
    • 1 = Tidak ada es atau salju, suhu hangat dari 10°C
    • 2 = Kabut dingin ringan, suhu malam  lebih kecil dari 10°C
    • 3 = Zona dingin lembab, embun beku ringan
    • 4 = Es permanen atau gletser sisa, suhu  suhu lebih kecil 0°C malam hari
    • 5 = Salju aktif, es padat, hujan es, hipotermia tinggi, aklimatisasi wajib

GRADE SPKGI

Grade SPKGI terdiri dari 6 kelompok Grade. Masing-masing grade memiliki rentang nilai skor. Bisa saja dalam satu gunung semua jalurnya ada di grade yang sama namun secara total skor asa perbedaan. Perbedaan total skor ini menujukan tingkat kesulitan satu jalur bisa jadi diatas jalur lainnya meski semua ada di grade yang sama namun total skornya berbeda.

Scroll to Top